Omo Hada (Rumah Adat)

Omo Sebua adalah jenis rumah adat atau rumah tradisional dari Pulau Nias - Sumatera Utara  Omo sebua adalah rumah yang khusus dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi.Omo Sebua ini salah satu tempat objek wisata yang dikunjungin wisatawan Nasionla dan International.

 
Daro-daro Sawolo



Daro-Daro Sawolo
Ukiran Yang ada di Omo Sebua (Rumah Adat) Tradisional

Add capUkiran Yang ada di Omo Sebua (Rumah Adat) Tradisional tion

Bawagoli (Pintu Gerbang Desa Bawomataluo Villege)

Bawagoli (Pintu Gerbang Desa Bawomataluo Villege) ini tersusun dari batu asli
Meriam peninggalan Belanda yang ada di Desa Bawomataluo Village 
kesejukan yang sangat mengiurkan pecinta fotografer bila duduk sejenak di pintu gerbang Desa Bawomataluo Village...untuk mengabadikan moment untuk bisa memotret Pantai Sorake. 


Sorake Beach


Kesejukan wajah pantai sorake pagi hari disaat matahari mulai terbit...

Pantai Baloho Indah

Pantai Baloho Indah 
Suasana Pantai Baloho Indah disaat menanti matahari senja...



FAMADAYA HARIMAO


FAMADAYA HARIMAO-BAWOMATALUO VILLAGE NIAS SELATAN 



 

 Famadaya Harimao” Di Kepulauan Nias Khususnya di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, diminati para turis mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut. Tarian tradisional tersebut merupakan tari yang digelar dalam pengukuhan hukum adat di desa dengan membuang patung harimao di sungai yang disebut Sungai Jumali. Para tamu-tamu maupun wisatawan berkunjung ke Kabupaten Nisel yang ingin menyaksikan dengan jelas Tarian Famadaya Harimao itu,  bisa melihatya langsung ke Desa Ori Maenamolo. Selain, Tari Famadaya Harimao, juga terdapat Tari Famadaya Saembu di Desa Ori Toene Asi, Tari Famadaya Orabatu di Desa Ori Onolulu dan Tari Famadaya Jahili di Kecamatan Pulau-Pulau Batu dan Kecamatan Hibala.Tari-tarian tersebut memiliki nilai sejarah, dan sampai saat ini masih tetap dipertahankan kelestariannya oleh masyarakat Kabupaten Nias Selatan. dan Famadaya Harimao Ini dapat sering di pertunjukan bila ada Panggelatan Budaya, Tamu yang terhormat yang berkunjung di Kabupaten Nias Selatan Khususnya di Desa Bawomataluo.



Bawomataluo Village - Nias Selatan






Keindahan matahari terbenam di Pintu Gerbang (Bawagoli) Desa Bawomataluo Kabupaten Selatan gak kalah menarik dan membuat daya tarik tersendiri buat para pecinta fotografer sejati.

Tarian Maena

Tarian Maena adalah Simbol Sukacita Suku Nias
Tari Maena seringkali menjadi pertunjukan hiburan ketika suku Nias menyelenggarakan pesta pernikahan adat. Dalam upacara pernikahan adat, pertunjukan tari Maena diselenggarakan ketika mempelai lelaki tiba di rumah mempelai wanita. Tarian ini ditarikan oleh keluarga dari pihak mempelai lelaki untuk memuji kecantikan mempelai wanita dan kebaikan keluarga pihak wanita. Setelah mempelai lelaki, keluarga dari mempelai wanita pun menyambut kedatangan keluarga pihak lelaki dengan menyelenggarakan tari Maena.



Lompat Batu (Hombo Batu) Bawomataluo Village

Tradisi lompat batu adalah ritus budaya untuk menentukan apakah seorang pemuda di Desa dapat diakui sebagai pemuda yang telah dewasa atau belum. Para pemuda itu akan diakui sebagai lelaki pemberani dan memenuhi syarat untuk perjuangan dimedan perang pada zaman dulu apabila dapat melompati sebuah tumpukan batu yang dibuat sedemikian rupa yang tingginya lebih dari dua meter. Ada upacara ritual khusus sebelum para pemuda melompatinya. Sambil mengenakan pakaian adat, mereka berlari dengan menginjak batu penopang kecil terlebih dahulu untuk dapat melewati bangunan batu yang tinggi tersebut. Banyak pemuda yang begitu bersemangat untuk dapat melompatinya.