Anak Pantai














Kehidupan anak-anak di sekitar Pantai Sorake-Nias Selatan untuk mengisi waktu bermain disore hari setelah beraktifitas di sekolah sepanjang pagi..Kegiatan surfing melatih mereka untuk menjadi seseorang yang tangguh menghadapi derasnya kehidupan di masa yang akan datang serta untuk melestarikan keindahan alam dan budaya yang ada di Nias Selatan

SAMBUA MBANUA SAMBUA MBOWO (SATU DESA PASTI SATU HUKUM ADATNYA)

Botohilitano  Mempunyai Historys yang sangat tidak terlupankan, pada masa masih belum ada agama di kepulaun nias, dan masuknya penjajahan di kepulan nias, bahwa di setipa desa pasti ada hukum yang diberlakukan secara tertulis dan tidak tertulis dimana dalam permbuat sebuah hukum adanya suatu musyawarah dan mufakat dari si'ulu, si'ila dan masyarakat di desa botohilitano.
1. Tobai Lafaigi zondri ( Tidak boleh mengintip orang mandi)
2. Tobai Manage          (Tidak Boleh Mencuri)
dll
pada zaman dulu itu apa bila seseorang yang melanggar tata hukum yang berlaku di desa tersebut maka di pegal dan lalu di buah di luaha naro yang berdekatan dengan pantai sorake arah barat daya. 

desa botohilitano bertentang dengan desa lagundri dengan berbatasan (Luahagundre) artinya sungai muara..pada mas dulu disitu adanya buaya yang sangat mengerihkan dan bisa mematikan. di botohilitano kita akan melewati pintu gerbang yaitu bawagoli, ada ukiran yang berbentuk kilo atau timbangan, untuk masuk ke desa. pasti kita akan meihat itu gambar buaya yang telah diukir, beserta batu megalit yang berbentuk koper, dan hombo batu (lompat batu).


Bawagoli (Pintu Gerbang) Desa Botohilitano


Ukiran Timbangan yang ada di dinding bawagoli (Pintu Gerbang) Desa Botohilitano

Ukiran cambuk yang ada didinding bawagoli (Pintu Gerbang) Desa Botohilitano)

Ukiran Buaya yang ada di halaman desa botohilitano

Lompat batu (Hombo batu) desa botohilitano

batu megalit yang ukuran daro-daro dan ukiran yang berbentuk koper, itu berlambangkan tempat penyimpanan harta benda para bangsawan

luaha naro ini tempat penghukuman sesorang yang telah melanggar tata adat yang ada di desa botohilitano,

luaha naro ini tempat penghukuman seseorang apa bila  telah melanggar tata adat yang ada di desa botohilitano,






Pantai Ikhuhele

Pantai Ikhuhele yang lokasi pantainya di Kota Telukdalam Kabupaten Nias Selatan, bersebelahan dengan Pelabuhan Baru Kota Telukdalam, Akses jalan menuju pantai ikhuhelenya bisa melalui kendaraan roda dua, dan alangkah baiknya jalan kaki dimana dapat memberikan suasana yang sangat baik untuk pecinta fotografer. 
















PANTAI ALAWASA - NIAS SELATAN

Pantai alasawa ini pantai yang sebelah utara pantai sorake yang sekarang menjadi lingkungan desa Hilisalo'o Botohohilitano, akses jalan dari Prapatan Pantai Soreka Ke Desa Hilisalo'o 7 KM dan bisa melalui kendaraan roda 2 dan roda empat, jalan menuju pantai sekitar 1 KM dengan berjalan kaki, tetapi nuansa dan keindahan pantainya sangat memberikan kesejukan, apa lagi para pecinta alam, para fotografer. kecapean untuk menuju pantai akan segera hilang dengan kesejukan alam dan pantainya. matahari senjanya masih belum saya abadikan dimana waktu itu cuacanya tidak mendukung dengan awan yang tebal.


FATAELE (TARI PERANG)

Pulau Nias memiliki kekayaan alam menawan menghiasi darat dan lautnya, Pulau Nias juga dibingkai dengan seni budaya yang patut untuk dinikmati. Pulau yang terletak sekira 85 mil dari Sibolga ini merupakan kepulauan yang diisi pulau-pulau kecil dan dikelilingi Samudera Hindia. Pulau Nias terbagi dalam empat kabupaten yaitu Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat.
 
Tari Fataele tidak bisa dipisahkan dengan tradisi Lompat Batu Nias, karena lahirnya berbarengan dengan tradisi Homo Batu. Dahulu kala Suku Nias sering berperang antarkampung. Biasanya pemicu perang adalah perebutan lahan atau bahkan merebut kampung orang lain.

Seperti halnya sistem kepemimpinan kampung yang dipimpin seorang kepala desa atau kepala suku, dahulu setiap kampung di Nias juga dipimpin oleh seorang kepala suku yang disebut Si'ulu yang berarti bangsawan. Kemungkinan setiap kepala suku di setiap desa merupakan keturunan bangsawan. Uniknya seiring dengan perkembangan zaman, sistem kepemimpinan ini masih tetap ada di setiap kampung Teluk Dalam.

Akhirnya untuk mempertahankan kekuasaan dan kampungnya dari serangan penduduk kampung lain, setiap Si’ulu berinisiatif mengumpulkan pemuda desa untuk dilatih perperang. Jenis latihan yang diberikan oleh Si’ulu adalah dengan melatih kemampuan Lompat Batu “Hombo Batu” para pemuda. Jika mereka mampu menaklukkan batu setinggi 2 meter berbentuk prisma yang dibentuk dari tumpukan batu tersebut maka mereka dinggap mampu untuk membela dan mempertahankan kampung mereka. Jadi secara tidak langsung tradisi Lompat Batu ini terlahir dari konflik perang yang terjadi antar kampung. Untuk merayakan kelulusan pemuda dari ujian tersebut, Si’ulu akan mengadakan pesta dengan memotong babi dan kemudian diikuti dengan pengumuman pada warga kampung mengenai pasukan Fataele yang sudah terbentuk.

Si’ulu ternyata membentuk pasukan Fatele tidak hanya untuk keperluan pertahanan kampung tapi juga untuk kegiatan adat seperti upacara kematian anggota keluarga Si’ulu maupun pesan adat seperti pengangkatan Si’ulu yang baru, pernikahan Si’ila dan juga penyambutan tamu kehormatan. Sampai saat ini fungsi dari pasukan Fatele masih tetap sama kecuali fungsi aslinya yaitu sebagai prajurit pertahanan kampung. Hal ini dikarenakan konflik perebutan lahan dan kampung sudah tidak ada.

Dalam menarikan tarian ini, penari mengenakan pakaian warna warni terdiri dari warna hitam, kuning dan merah, dilengkapi dengan mahkota di kepala. Layaknya kesatria dalam peperangan penari juga membawa Tameng, pedang dan tombak sebagai alat pertahanan dari serangan musuh. Tameng yang digunakan terbuat dari kayu bebentuk seperti daun pisang berada di tangan kiri yang berfungsi untuk menangkis serangan musuh. Sedangkan pedang atau tombak berada di tangan kanan berfungsi untuk melawan serangan musuh. Kedua senjata ini merupakan senjata utama yang digunakan kesatria nias untuk berperang.
 



Fogaele ini salah satu tarian nias yang memberikan sisara afo (sekapur sirih) bila ada tamu kehormatan yang berkunjung ke pulau nias khususnya di desa bawomataluo

Foere...tarian yang beralunan lagu khas daerah 

pemuda-pemuda Nias telah berperang di medan perang cara ini salah satu cara untuk memperagakan untuk bagaimana cara menangkis tombak dari musuh dengan mengandalkan Buluse (Perisai)

Tarian Fadoli Hia

Tari Moyo (Tarian Elang)

Tarian Perang

Famanu Tarian ini salah satu menguji mental orang nias untuk bagaimana cara menahan tombak dari musuh, sehingga dapat mengalahkan musuh dalam pemerangan.

Lagundri Beach

Keindahan Pantai lagundri yang sangat memberikan kesejukan bila duduk dipasir putihnya..pantai lagundri salah satu tempat bagi pemula / baru belajar untuk papan serfing, dimana ombaknya yang begitu mempesona, pantai ini juga yang saat diminati wisatawan Nasional maupun internationl. Pantai lagundri bersebelah dengan pantai sorake,





Penginapan Jamburae Lodge

Fasilitas :
1. 7 (tujuh) Kamar Standart (2 bed, Kamar Mandi & Kipas Angin) : Rp.150.000.-
2. 1 (satu) Kamar Lux (single bed, Kamar Mandi & AC)                 : Rp. 250.000.-

Fasilitas di atas belum termasuk breakfast, Lunch dan Dinner
Paket tersebut dengan harga Rp. 350.000.- + harga Kamar

Lokasi Penginapan Pantai Sorake Beach Hubungin Hp. 085276607846 (Patriot) / Email GalleryOnoNolan@gmail.com